Sabtu, 24 November 2012

Final SoftSkill Psikologi & Teknologi Internet


     A.   Penelitian Psikologi dan Internet (Publikasi Online)
Publikasi adalah secara terminologi, publikasi berarti penyiaran, pengumuman atau penerbitan. Ton kertapati menjelaskan dalam bukunya dasar-dasar publisistik dalam perkembangannya di indonesia menjadi ilmu komunikasi bahwa istilah publisistik berasal dari kata kerja bahasa latinpublicare yang berarti mengumumkan. Dari penjelasan tersebut, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa istilah publikasi dapat diartikan pengumuman tentang suatu hal yang disiarkan lewat media elektronik atau diterbitkan di media cetak. Sedangkan dalam penelitian ini, maksud dari publikasi adalah pengumuman pada masyarakat luas melalui mediay ang dibatasi oleh media televisi. Agar tidak terjadi kebingungan atau pertanyaan-pertanyaan mengenai perbedaan publikasi dan publisistik, maka sudah seharusnya penulis menjelaskan mengenai hal ini sebelum penulis membahasnya lebih jauh lagi, yang dimaksud publisistik di sini adalah ilmu tentang publikasi dan tentunya publikasi berarti aplikasi dari keilmuan tersebut. Ton Kertapati,  dalam bukunya ”Dasar-dasar publisistik dalam perkembangannya di Indonesia menjadi ilmu komunikasi”, menjelaskan bahwa istilah publisistik yang kita kenal pada waktu ini adalah berasal dari istilah bahasa Jerman yaitu PUBLIZIZTIK. Beliau menyatakan pernyataannya demikian : kata kerja dalam bahasa latin ini kemudian melalui bahasa Jermankuno PUBLICIRN menjadi PUBLIZIEREN yang juga berarti mengumumkan yaitu dalam bahasa Jerman modern. Dan akhirnya menjadi sebutan bagi ilmu PUBLIZISTIK yang di indonesiakan menjadi PUBLISISTIK. Maka adalah cukup logik kalau Walter Hagemann menganggap inti dari ilmu publisistik adalah Offentlichen Aussage (pernyataan umum atau pengumuman). Pengumuman sebagai inti (’t essentiele essence) dari ilmu maupun gejala publisistik. Kita dapat menunjuk beberapa definisi publisistik diantaranya: WILHELM BAUER di dalam bukunya ”Einfuhrung in das Studiumder Geschichte” (tahun 1921) mengatakan bahwa publizistik adalah pengumuman-pengumuman tertulis atau berupa gambar –gambar, yang pertama-tama secara terang-terangan mendukung suatu tender tertentu dan kedua direncanakan dengan maksud untuk mempengaruhi. HANS TRAUB: publisistik adalah bermacam-macam pengumuman dan pemberitaan yang bersifat umum, yang ditujukan untuk mempengaruhi jiwa dan mencapai suatu tujuan tertentu. Prof. EMIL DOVIVAT: publisistik adalah usaha pendidikan dan pendidikan rohaniah yang ditujukan kepada umum. Pendidikan dan bimbingan atau pimpinan rohaniah ini harus disertai dengan daya ilmiah dan bertendens mempengaruhi seseorang maupun orang-orang agar bertindak menurut apa yang kita kehendaki. ADINEGORO: publisitik ialah ilmu pernyataan antara manusia yang umum lagi aktual dan bertugas menyelidiki secara ilmiah pengaruh pernyataan itu dari mulanya ditimbulkan orang, sampai tersiar dalam pers, radio dan sebagainya serta akibatnya kepada si penerima pernyataan-pernyataan itu.
Online : Kata-kata online sebenarnya tidaklah asing lagi sebagian besar masyarakat dunia yang biasa menggunakan fasilitas internet, Indonesia. Namun terkadang mereka banyak yang tidak mengetahui apa sebenarnya arti online itu. Online dalam arti sebenarnya adalah berhubung, terkoneksi, aktif dan siap untuk oprasi, dapat berkomunikai dengan atau dikontrol oleh komputer. Online juga bisa diartikan sebagai suatu keadaan di mana sebuah device (kompuer)
terhubung dengan device lain, biasanya melalui modem. Sementara yang dimaksud dengan online dalam bisnis jual beli adalah menggunakan fasilitas jaringan internet untuk melakukan upaya penjualan atas produk-produk yang akan diperjualbelikan. Sedangkan Bisnis Online adalah segala upaya yang kita lakukan untuk mendatangkan keuntungan berupa uang dengan cara memanfaatkan internet untuk menjual suatu produk dan jasa.
Publikasi Online : Dari dua pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan dalam penggabungan kata publikasi online adalah suatu informasi atau pesan atau pengumuman dalam bentuk online atau diterbitkan atau di umumkan dalam dunia internet melalu media elektronik baik melalui komputer, laptop  handphone, smartphone atau apa saja yang dapat terhubung dalam dunia online, banyak sekali manfaat dari publikasi online ini apa lagi di zaman sekarang yang rata-rata masyarakat diseluruh dunia dapat terhubung atau menggunakan internet untuk alat mencari atau bertukar informasi, banyak yang dapat dilakukan dalam publikasi online misalnya berjualan atau memasarkan produk-produk baru  yang dipasarkan melalui publikasi online, semua itu sangat bermanfaat dan lebih mengirit biaya karena biayanya relatif murah dan lumayan bagus karena tidak hanya masyarakat dalam negeri saja bahkan dunia pun bisa tahu saat kita mulai menggunakan publikasi onlien ini.
Refrensi :
   
    B.    Etika dalam penelitian dengan bantuan internet
  
Etika Penelitian
Etika mencakup norma untuk berperilaku, memisahkan apa yang seharusnya dilakukan dan apa yang seharusnya tidak boleh dilakukan. Rangkuman Etika Penelitian meliputi butir-butir berikut:
a. Kejujuran
Jujur dalam pengumpulan bahan pustaka, pengumpulan data, pelaksanaan metode dan prosedur penelitian, publikasi hasil. Jujur pada kekurangan atau kegagalan metode yang dilakukan. Hargai rekan peneliti, jangan mengklaim pekerjaan yang bukan pekerjaan anda sebagai pekerjaan Anda.
b. Obyektivitas
Upayakan minimalisasi kesalahan atau bias dalam rancangan percobaan, analisis dan interpretas data, penilaian ahli atau rekan peneliti, keputusan pribadi, pengaruh pemberi dana atau sponsor penelitian.
c. Integritas
Tepati selalu janji dan perjanjian, lakukan penelitian dengan tulus, upayakan selalu menjaga konsistensi pikiran dan perbuatan.
d. Ketelitian
Berlaku teliti dan hindari kesalahan karena ketidak pedulian secara teratur catat pekerjaan yang anda dan rekan anda kerjakan, misalnya kapan dan di mana pengumpulan data dilakukan. Catat juga alamat korespondensi responden, jurnal atau agen publikasi lainnya.
e. Keterbukaan
Secara terbuka, saling berbagi data, hasil, ide, alat dan sumber daya penelitian. Terbuka terhadap kritik dan ide-ide baru.
f. Penghargaan terhadap Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)
Perhatikan paten, copyrights, dan bentuk hak-hak intelektual lainnya. Jangan gunakan data, metode, atau hasil yang belum dipublikasi tanpa ijin penelitinya. Tuliskan nara sumber semua yang memberikan kontribusi pada riset anda. Jangan pernah melakukan plagiasi..
g. Penghargaan terhadap kerahasiaan (Responden)
Bila penelitian menyangkut data pribadi, kesehatan, catatan kriminal atau data lain yang oleh responden dianggap sebagai rahasia, maka peneliti harus menjaga kerahasiaan data tersebut.
h. Publikasi yang terpercaya
Hindari mempublikasikan penelitian yang sama berulang-ulang ke berbagaimedia (jurnal, seminar).
i. Pembinaan yang konstruktif 
Bantu membimbing, memberi arahan dan masukan bagi mahasiswa atau peneliti pemula. Perkenankan mereka mengembangkan ide mereka menjadi penelitian yang berkualits.
Dibawah ini ada beberapa etika khusus untuk berkomunikasi dalam sebuah forum/milis:
     1.      Jangan Gunakan Huruf Kapital
     2.      Kutip Seperlunya
     3.      Perlakuan Terhadap Pesan Pribadi
     4.      Hati-hati terhadap informasi/ berita hoax
     5.      Ketika ‘Harus’ Menyimpang Dari Topik (out of topic/ OOT)
     6.      Kritik dan Saran yang Bersifat Pribadi Harus Lewat PM (Personal Message)
     7.      Dilarang menghina : agama, ras, gender, status sosial dan sebagainya yang berpotensi menimbulkan debat kusir yang mengarah ke situasi yang emosional.
     8.       Cara bertanya yang baik :
 -       Gunakan bahasa yang sopan.
 -       Jangan asumsikan bahwa Anda berhak mendapatkan jawaban.
 -       Beri judul yang sesuai dan deskriptif. 
 -       Tulis pertanyaan anda dengan bahasa yang baik dan mudah dimengerti.
 -       Buat kesimpulan setelah permasalahan anda terjawab.
Refrensi :


    C.     Ulasan dari Jurnal Penelitian Psikologi Mengenai Internet
Disini saya akan mengulas Jurnal Penelitian Psikologi Mengenai Internet mengenai : “Komputer dan Internet Mengubah Ingatan Manusia”. Memori kolektif internet membuat kita ingat lebih sedikit hal. Komputer dan internet mengubah sifat ingatan manusia, demikian kesimpulan penelitian yang dimuat di majalah Science. Penelitian psikologi menunjukkan bahwa jika seseorang diajukan pertanyaan-pertanyaan sulit, mereka akan memikirkan komputer. Ketika mereka mengetahui bahwa berbagai fakta nantinya akan didapat lewat komputer maka ingatan mereka menjadi tidak begitu baik karena mereka mengetahui dapat mengandalkan sumber lain.
Bagian pertama pengkajian adalah menguji apakah peserta penelitian “langsung” memikirkan komputer dan internet begitu diajukan pertanyaan sulit. Tim menggunakan tes Stroop yang dimodifikasi. Tes Stroop standar mengukur berapa lama waktu yang diperlukan partisipan untuk membaca sebuah kata warna sementara kata tersebut berbeda warna, misalnya kata “hijau” ditulis dengan warna biru. Waktu reaksi meningkat ketika, bukannya kata warna, para partisipan ditanyakan untuk membaca kata-kata tentang topik yang kemungkinan sudah ada dalam pikiran.
Dengan cara ini tim peneliti menunjukkan bahwa, setelah diberikan topik dengan jawaban ya atau tidak, waktu reaksi terhadap istilah yang terkait dengan internet sangat lebih lama. Ini adalah sebuah isyarat partisipan tidak mengetahui jawaban, dan mereka sudah mempertimbangkan untuk menjawab dengan menggunakan komputer. Dalam percobaan lebih mendalam para peserta penelitian diberikan serangkaian fakta. Setengahnya diminta menyimpannya pada sejumlah folder di komputer, setengahnya diberitahu bahwa fakta-fakta tersebut akan dihapus. Ketika diminta untuk mengingat fakta tadi, kelompok yang mengetahui informasi tidak akan didapat lagi menunjukkan kinerja yang sangat lebih baik dibandingkan kelompok yang menyimpan fakta dalam berkas di komputer. Para ahli mengatakan kecenderungan partisipan untuk mengingat lokasi informasi, bukannya informasi itu sendiri, merupakan isyarat orang semakin tidak bisa mengingat sesuatu, mereka hanya mengatur penempatan informasi dalam jumlah besar agar nantinya mudah didapat.
Refrensi :

      D.    Bermain game online selama 3 hari kemudian menuliskan dampak positif dan negatif
Dampak Positif dan Negatif Game Online. Saya memainkan game yang berjudul “Penjual Shusi”
Saya memainkan game ini selama 3 hari berturut-turut sesuai dengan perintah dosen, dan ini lah dampak positif dan negatif dari game ini.
Dampak positif :
      1.      Melatih ketelitian.
      2.      Melatih kesabaran.
      3.      Melatih daya ingat kita.
      4.      Sarana hiburan
      5.      Menambah ilmu pengetahuan tentang bumbu dapur.
      6.      Melatih berbahasa asing, karena game biasanya tidak menggunakan bahasa Indonesia.
Dampak negatif :
      1.      Bisa ketagihan, karena level semakin tinggi sehingga penasaran dan  rasa ingin menang sangat tinggi.
      2.      Lupa waktu, karena bisa seharian di depan laptop atau computer.
      3.      Mudah marah jika kalah atau jika game itu menyuruh kita mengulang level.
      4.      Sebel ketika koneksi internetnya tiba-tiba memburuk.
      5.      Menyebabkan mata rusak, jika kita terlalu sering berhadapan dengan layar monitor pada computer atau laptop.

Jumat, 02 November 2012

Tugas Minggu ke-6


Artikel Tentang Computer Supported Cooperative Work

Dari refrensi yang saya searching semuanya menyatakan bahwa ComputerSupported Cooperative Work (CSCW) adalah bidang studi yang berfokus pada perancangan dan evaluasi teknologi baru untuk mendukung proses sosial kerja, sering di antara mitra yang berjauhan. Hasil CSCW biasanya disebut Groupware. Groupware adalah jenis software yang membantu kelompok kerja (workgroup) yang terhubung ke jaringan untuk mengelola aktivitas mereka.
CSCW memiliki tujuan yaitu :
• Mempelajari bagaimanaorangbekerja sama sebagaikelompok dan apa yang mempengaruhiteknologi
• Mendukung proses pelaksanaan pekerjaan walaupun secara geografis dipisahkan

Contoh yang digunakan pada CSCW adalah
• Kaloborasi para Ilmuwan yang bekerja sama pada suatu proyek
• Pengarang mengedit suatu dokumen bersama-sama
• Programmer suatu sistem secara bersamaan
• Bekerja sama sebagai sharing atas suatu video bersama yang conferencing aplikasi
Contoh lainnya juga bisa seperti pada bidang pendidikan yaitu dimana para siswa melakukan kelas virtual dan saat itu sedang mengerjakan ulangan harian dimana para siswanya saat melakukannya tidak benar-benar berada di kelas tetapi bisa dimana saja yang memungkinkan siswa tersebut untuk bisa terhubung pada suatu jaringan. Contoh lainnya yaitu fasilitas chating dimana seseorang bisa berdiskusi melalui antarmuka teks tanpa harus bertatap muka secara langsung.
Refrensi :